Empat Lawang | Di saat harapan akan perbaikan infrastruktur belum kunjung datang, warga Desa Pajar Bakti memilih tidak tinggal diam.
Dengan semangat gotong royong yang masih terjaga kuat, mereka bahu-membahu mengumpulkan dana secara swadaya untuk menambal jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.
Jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas sehari-hari warga. Mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah, petani yang mengangkut hasil kebun, hingga pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari mobilitas lancar.
Namun, kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah kerap menghambat aktivitas, bahkan menimbulkan risiko kecelakaan.
Inisiatif perbaikan ini lahir dari kesadaran kolektif masyarakat. Tanpa menunggu bantuan, warga sepakat untuk patungan sesuai kemampuan masing-masing “ucap wawan warga setempat saat diwawancarai.
Ada yang menyumbang uang, ada pula yang menyumbang tenaga. Material seadanya seperti batu, pasir, dan semen digunakan untuk menambal bagian jalan yang paling rusak.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga memperlihatkan kuatnya solidaritas sosial di tengah masyarakat desa.
Warga bekerja bersama, saling membantu, dan berbagi tanggung jawab demi kepentingan bersama. Suasana kebersamaan tampak jelas saat proses perbaikan berlangsung.
Meski demikian, warga berharap langkah swadaya ini dapat menjadi perhatian pemerintah. Perbaikan jalan secara permanen tetap dibutuhkan agar akses transportasi lebih aman dan nyaman dalam jangka panjang.
Apa yang dilakukan warga Desa Pajar Bakti menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian dan kebersamaan masih menjadi kekuatan utama.
Di tengah keterbatasan, mereka membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil—bersama-sama.
**












