Cik Ujang Sinyalkan Maju Pilgub Sumsel 2030, Fokus Tugas Saat Ini

Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, Cik Ujang. Foto : Ist

Palembang | Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel tahun 2030. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Sumatera Selatan yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang, Jumat (30/4/2026) malam.

Meski telah menyatakan niat politiknya, Cik Ujang menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menuntaskan amanah sebagai wakil gubernur hingga masa jabatan berakhir pada Februari 2030.

Ia menilai, komitmen terhadap tugas yang sedang diemban merupakan prioritas yang tidak bisa diabaikan.

“Insyaallah kalau diberikan kesehatan dan kelancaran, apalagi Pak Gubernur tadi sudah menyampaikan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, jadi kita jalani,” ujar Cik Ujang di hadapan peserta Musda.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal awal dinamika politik menuju kontestasi Pilgub Sumsel 2030. Dukungan moral yang disampaikan oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru, turut memperkuat posisi Cik Ujang sebagai salah satu figur potensial dalam bursa calon gubernur mendatang.

BACA JUGA : Daftar 7 Pasang Cakada Pilkada Serentak 2024 yang Direkomendasi Partai Demokrat di Sumsel

BACA JUGA : Kepemimpinan Herman Deru dan Cik Ujang Tekan kemiskinan sumsel meraih penghargaan nasional

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Cik Ujang, baik sebagai wakil gubernur maupun sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel. Ia bahkan secara terbuka memberikan dukungan, meski disampaikan dengan gaya santai.

“Mudah-mudahan Cik Ujang ke depan kembali dipercaya menjadi ketua dan bisa menjadikan Demokrat sebagai kapal beliau melanjutkan estafet kepemimpinan,” ujar Herman Deru.

Ia juga menambahkan dengan nada bercanda bahwa jika dirinya memiliki hak suara dalam Musda tersebut, maka ia akan memberikan dukungan penuh kepada Cik Ujang.

“Di musda ini, kalau seandainya saya bisa memberikan suara, suara ke-21 pasti dari saya,” katanya disambut tawa peserta.

Sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, Cik Ujang tidak hanya berbicara soal kontestasi Pilgub, tetapi juga menekankan pentingnya penguatan partai ke depan.

Ia menargetkan peningkatan jumlah kursi legislatif di berbagai tingkatan, baik di kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI.

Menurutnya, konsolidasi internal partai menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan politik ke depan. Ia ingin Partai Demokrat tidak hanya menjadi peserta pemilu, tetapi juga mampu menjadi kekuatan dominan yang diperhitungkan.

“Iya, target kursi harus bertambah, mulai dari kabupaten/kota, tingkat provinsi, termasuk juga di DPR RI,” tegasnya.

Musda V Demokrat Sumsel sendiri menjadi momentum penting dalam menentukan arah kebijakan dan strategi partai ke depan. Selain itu, forum ini juga menjadi ajang konsolidasi bagi kader untuk memperkuat soliditas organisasi.

Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Cik Ujang ini mencerminkan mulai menghangatnya suhu politik di Sumatera Selatan, meskipun Pilgub masih beberapa tahun lagi. Para tokoh politik mulai memetakan langkah dan membangun komunikasi politik sejak dini.

Pengamat menilai, langkah Cik Ujang menyatakan kesiapan sejak sekarang merupakan strategi untuk membangun elektabilitas dan memperkuat jaringan politik.

Dengan latar belakang sebagai mantan Bupati Lahat periode 2018–2023, ia dinilai memiliki basis massa yang cukup kuat, khususnya di wilayah kabupaten.

Namun demikian, jalan menuju Pilgub 2030 dipastikan tidak akan mudah. Selain faktor internal partai, dinamika koalisi serta munculnya figur-figur baru juga akan menjadi tantangan tersendiri.

Di sisi lain, sikap Cik Ujang yang tetap menekankan fokus pada tugas saat ini dinilai sebagai langkah yang tepat untuk menjaga kepercayaan publik. Ia mencoba menyeimbangkan antara ambisi politik dan tanggung jawab jabatan.

Hal ini penting, mengingat masyarakat semakin kritis terhadap kinerja pejabat publik. Komitmen untuk menyelesaikan masa jabatan dengan baik dapat menjadi modal politik yang kuat di masa depan.

Musda Demokrat Sumsel kali ini pun bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi panggung awal bagi konfigurasi politik menuju 2030.

Dukungan dari tokoh sekelas Herman Deru menjadi sinyal bahwa regenerasi kepemimpinan di Sumsel mulai dipersiapkan.

Dengan berbagai dinamika yang berkembang, publik kini menanti langkah-langkah lanjutan dari Cik Ujang. Apakah ia mampu menjaga konsistensi antara kinerja pemerintahan dan strategi politik, atau justru akan menghadapi tantangan yang lebih kompleks di masa mendatang.

Yang jelas, pernyataan ini telah membuka babak baru dalam peta politik Sumatera Selatan. Pilgub 2030 mungkin masih jauh, tetapi kontestasi dan manuver politiknya sudah mulai terasa sejak sekarang. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *