MALAYSIA – Di ajang kompetisi badminton Internasional Malaysia Master masih tengah berlangsung ini, semua atlit badminton Indonesia bertumbangan di fase awal.
Cuma sektor tunggal putra melalui tunggal putra senior Jonathan Christie dan Mohammad Zaki Ubaidillah alias Ubed lolos hingga ke fase laga quarter final atau perempat final.
Pecinta badminton lovers tanah air Indonesia juga aktivis Pemuda Muhammadiyah (PM) Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan Mohammad Restu menyikapi hal ini dan menyampaikan, kritikan tajam membangunnya untuk keberlangsungan mental juara para atlit badminton Indonesia.
Menurut Restu sapaan anak muda Empat Lawang aktif di OKP Pemuda Muhammadiyah ini, pihak PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (KEMENPORA RI) harus segera berbenah diri dan evaluasi total atas capaian atlit-atlit badminton berlaga di ajang Malaysia Master 2026.
“Kami sebagai anak muda pecinta badminton lovers tanah air sangat menyayangkan dan menyedihkan melihat realita kondisi atlit-atlit badminton Indonesia kita saat ini,” ujar Restu pada media online nasional interaksimassa.com pagi ini, Sabtu (23/5/2026).
BACA JUGA
QF MALAYSIA MASTER, INDONESIA Menyisahkan 2 Wakil Jonathan dan Ubed
Unggulan 8 Tumbang Ditangan Ubed, Siap Jajal Laga R16 Malaysia Master
Dikatakan Restu jebolan Sarjana dan Pasca Sarjana (Magister) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup Kabupaten Rejang Lebong ini, dari sekian banyak atlit-atlit badminton Indonesia dikirim ke ajang Malaysia Master ini semuanya bertumbangan di fase-fase awal babak penyisihan.
“Kita lihat seperti sektor ganda campuran Jafar/Felisha Pasaribu unggulan ke-5 di ajang Malaysia Master ini malah tumbang ditangan pemain Non Unggulan Amerika Serikat (USA), lalu Jonathan Christie termasuk unggulan ke-4 juga tumbang di tangan Non Unggulan China dan begitu juga atlit-atlit badminton Indonesia kita lainnya,” tegas Restu dengan penuh kritikan tajam membangunnya.
Dikatakan juga oleh Restu, kedepan harus segera berbenah diri dan evaluasi total bagi PBSI beserta semua jajaran di Kabinet PBSI ini.
“Mulai saat ini merujuk hasil nol gelar alias nihil (sama sekali tidak ada lolos fase semifinal dan final Malaysia Master), PBSI harus segera berbenah diri dan evaluasi total.
“Hal ini dilakukan karena mengingat sebentar lagi Indonesia kita tuan rumah di ajang kompetisi badminton Internasional super 1000 Kejuaraan Indonesia Open di Istora Senayan Jakarta awal Juni 2026 ini,” demikian kritikan tajam membangunnya disampaikan sosok anak muda pecinta badminton lovers tanah air dengan semua analisa dan spekulasi positifnya ini.*












