Jakarta | Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan arah pemerintahannya yang ingin lebih fokus pada pembangunan produktif dibanding proyek-proyek simbolik.
Dalam kunjungannya saat menghadiri panen raya udang di Kebumen, Jawa Tengah, Prabowo meminta jajarannya menunda pembangunan kantor-kantor pemerintahan yang megah dan mengalihkan perhatian pada sektor yang langsung memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik karena mencerminkan pendekatan berbeda dalam pengelolaan anggaran negara.
Di tengah kebutuhan pembangunan yang semakin besar dan tantangan ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil, pemerintah dinilai mulai mempertegas prioritas belanja negara.
Bagi Prabowo, pembangunan fisik semata tidak cukup jika tidak menghasilkan nilai tambah bagi rakyat.
Karena itu, proyek yang berkaitan dengan produktivitas pangan, perikanan, pertanian, hingga sektor riil dianggap lebih penting dibanding pembangunan gedung pemerintahan yang mewah.
Pesan itu disampaikan saat Presiden melihat langsung hasil tambak budidaya udang di Kebumen. Tambak seluas 65 hektare yang baru beroperasi selama tiga tahun tersebut disebut mampu menghasilkan sekitar 40 ton udang per hektare.
Angka itu dinilai menjadi bukti bahwa sektor budidaya perikanan memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi nasional.
Prabowo Ubah Tata Kelola Ekspor, Negara Ambil Kendali Lebih Besar atas Komoditas Strategis
Prabowo Rencana Gunakan dana PKH senilai 10 triliun untuk Renovasi seluruh puskesmas di indonesia
Di hadapan para pejabat dan masyarakat, Prabowo mengungkapkan rencananya memperluas pembangunan tambak udang dan ikan di berbagai daerah Indonesia.
Beberapa wilayah yang disebut antara lain Waingapu, Gorontalo, hingga kawasan Pantai Utara Jawa dengan target ribuan hektare tambak produktif.
Menurutnya, proyek-proyek seperti itu jauh lebih penting karena mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan ekspor, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pemerintah ingin pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama kelompok pekerja dan pelaku usaha di daerah.
“Yang kita perlukan sekarang adalah produktivitas,” pesan Prabowo dalam kesempatan tersebut.
Pernyataan itu juga dinilai sebagai sinyal kuat mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo.
Fokus pada sektor produktif menunjukkan bahwa pemerintah ingin memperkuat fondasi ekonomi dari bawah, terutama melalui pengembangan sektor pangan dan kelautan.
Indonesia memang memiliki potensi besar di sektor perikanan budidaya. Dengan garis pantai yang panjang dan sumber daya alam melimpah, budidaya udang dan ikan dipandang sebagai salah satu sektor strategis yang mampu mendatangkan devisa besar bagi negara.
Selain itu, sektor tersebut juga memiliki dampak ekonomi langsung terhadap masyarakat. Dari petani tambak, pekerja pengolahan hasil laut, hingga rantai distribusi dan ekspor, semuanya berpotensi tumbuh apabila proyek budidaya diperluas secara serius.
Di sisi lain, penundaan pembangunan kantor-kantor megah juga dipandang sebagai bentuk efisiensi anggaran negara.
Pemerintah tampaknya ingin memastikan bahwa setiap rupiah belanja negara diarahkan untuk kegiatan yang benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi.
Langkah tersebut mendapat respons beragam dari publik. Sebagian menilai kebijakan itu menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi rakyat dan sektor produktif.
Namun ada pula yang mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur pemerintahan dan proyek ekonomi agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Meski demikian, pesan utama yang ingin disampaikan pemerintah tampak cukup jelas: pembangunan tidak lagi hanya diukur dari megahnya gedung atau besarnya proyek fisik, tetapi dari seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung.
Dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah disebut akan mempercepat berbagai proyek yang dianggap produktif dan memiliki dampak ekonomi nyata.
Fokus tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan membuka lebih banyak peluang ekonomi baru di daerah.
Di tengah tantangan ekonomi global, langkah tersebut menjadi gambaran bagaimana pemerintah mencoba menata ulang prioritas pembangunan nasional.Produktivitas kini ditempatkan sebagai kata kunci utama dalam arah pembangunan Indonesia ke depan.
**












