JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melemparkan guyonan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, saat menghadiri peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). Candaan tersebut disampaikan ketika Prabowo menyapa satu per satu pejabat yang hadir dalam acara tersebut.
Di hadapan para tamu undangan, Prabowo menyoroti perubahan penampilan Sudaryono yang dinilainya mulai berambut putih meski baru menjabat sebagai Kepala BGN. Ucapan Presiden itu langsung disambut senyum oleh Sudaryono dan tawa para hadirin.
“Rambut putih tambah tuh. Baru seminggu menjabat,” ujar Prabowo sambil berkelakar.
Tidak berhenti di situ, Presiden kemudian melanjutkan candaannya dengan mengaitkan perubahan tersebut dengan besarnya tanggung jawab yang kini dipikul Sudaryono sebagai pimpinan Badan Gizi Nasional. Menurut Prabowo, beban pekerjaan membuat Kepala BGN kemungkinan sulit beristirahat karena terus memikirkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Prabowo menyebut Sudaryono kemungkinan setiap malam memikirkan kondisi anak-anak penerima manfaat program tersebut, termasuk memastikan tidak ada peserta yang mengalami gangguan kesehatan akibat makanan yang disajikan.
“Setiap malam enggak bisa tidur, ada enggak ya yang sakit perut,” kata Prabowo yang kembali disambut gelak tawa para undangan.
Candaan tersebut mencerminkan besarnya perhatian pemerintah terhadap kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah memang terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG menyusul adanya sejumlah kasus dugaan keracunan makanan di beberapa daerah. Berbagai langkah perbaikan dilakukan, mulai dari penguatan standar keamanan pangan, peningkatan pengawasan dapur penyedia makanan, hingga evaluasi terhadap rantai distribusi.
Pemerintah menegaskan bahwa setiap insiden yang terjadi menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program semakin baik. Keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab mengoordinasikan program tersebut, Badan Gizi Nasional memiliki peran penting dalam memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
Koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, sekolah, serta penyedia makanan terus diperkuat untuk meminimalkan potensi risiko di lapangan.
Sementara itu, acara peluncuran buku yang dihadiri Presiden Prabowo menjadi momentum penghargaan atas perjalanan karier Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Sejumlah pejabat tinggi negara, menteri Kabinet Merah Putih, tokoh nasional, serta tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Di tengah suasana yang berlangsung hangat, candaan Presiden kepada Sudaryono menjadi salah satu momen yang menarik perhatian.
Meski disampaikan dengan nada ringan, pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan besarnya tanggung jawab pemerintah dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan aman, berkualitas, dan memberikan manfaat optimal bagi jutaan anak Indonesia.
**












