MTQ XXXI Sumsel di Lahat 2026 Jadi Momentum Penguatan Generasi Qurani

MTQ bukan hanya perlombaan untuk mengejar juara, tetapi juga bagian dari syiar Islam

KH Priady Al Hafidz – Ketua LPTQ Muara Enim

MUARA ENIM — Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Muara Enim mulai mematangkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang akan digelar di Kabupaten Lahat pada 23 Juni hingga 1 Juli 2026. Ajang tersebut dinilai bukan sekadar kompetisi membaca Al Quran, melainkan ruang pembinaan generasi muda Islam yang berkarakter dan berakhlak Qurani.

Ketua LPTQ Kabupaten Muara Enim, KH Priady Al Hafidz, mengatakan, MTQ selama ini memiliki peran penting dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran, terutama di kalangan generasi muda.

“MTQ bukan hanya perlombaan untuk mengejar juara, tetapi juga bagian dari syiar Islam dan pembinaan umat agar semakin dekat dengan Al Quran,” ujar Priady, Ahad (25/5/2026).

Menurut dia, pembinaan peserta MTQ di Muara Enim terus dilakukan secara bertahap, baik dalam bidang tilawah, tahfidz, maupun cabang-cabang lainnya. Pembinaan tersebut tidak hanya menekankan kualitas suara dan teknik membaca, tetapi juga pemahaman adab serta penguatan mental peserta.

Priady menilai, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya persoalan akademik, tetapi juga penguatan moral dan spiritual. Karena itu, keberadaan MTQ dinilai relevan sebagai media pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Al Quran.

“Kami berharap lahir generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca Al Quran dengan baik, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Pelaksanaan MTQ XXXI Sumsel tahun ini dipusatkan di Kabupaten Lahat dengan mengusung semangat “Sumsel Menyala Berkilau Al-Qur’an”. Dalam materi publikasi kegiatan, MTQ juga menekankan pentingnya membangun generasi Qurani yang berakhlak, berilmu, dan berprestasi.

Bagi LPTQ Muara Enim, keikutsertaan dalam MTQ bukan semata-mata tentang capaian prestasi daerah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya membaca dan mencintai Al Quran di tengah masyarakat.

Priady mengatakan, tradisi MTQ selama ini telah menjadi perekat sosial dan ruang silaturahmi antar-daerah di Sumatera Selatan. Melalui MTQ, masyarakat tidak hanya menyaksikan perlombaan, tetapi juga ikut merasakan atmosfer religius yang memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Semangat utama MTQ adalah membumikan Al Quran. Prestasi penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana Al Quran menjadi pedoman hidup masyarakat,” ujarnya.

Kabupaten Lahat sendiri tengah bersiap menjadi tuan rumah dengan berbagai persiapan teknis dan penyambutan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Diperkirakan ribuan peserta, official, dan tamu akan hadir selama pelaksanaan MTQ berlangsung.

Bagi Muara Enim, MTQ tahun ini bukan hanya agenda tahunan keagamaan. Ia menjadi bagian dari ikhtiar panjang membangun generasi muda yang tumbuh bersama nilai-nilai Al Quran di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *