MTQ XXXI Sumsel Resmi Dibuka Gubernur Herman Deru

Lahat Jadi Pusat Syiar Al-Qur'an dan Pembinaan Generasi Qurani

Gubernur Herman Deru saat menghadiri dan membuka MTQ XXXI di Lahat, 23 Juni 2026 didampingi Bupati Lahat Busah Sarnubi dana jajarannya.

LAHAT — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan resmi dibuka di Lapangan Seganti Setungguan (Eks Arena MTQ), Kabupaten Lahat, Selasa (23/6/2026) malam.

Perhelatan yang akan berlangsung hingga 30 Juni mendatang itu menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus meneguhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Sebanyak 665 peserta dari 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan ambil bagian dalam ajang yang selama ini menjadi ruang pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan generasi Qurani di Bumi Sriwijaya.

Pembukaan MTQ dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, didampingi Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Herman Deru, yang ditandai dengan pemukulan beduk sebagai simbol dimulainya penyelenggaraan MTQ XXXI.

Turut hadir Bupati Lahat Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Widia Ningsih, para kepala daerah se-Sumatera Selatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah, ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati arena pembukaan.

Dalam sambutannya, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Lahat sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi tahun ini. Menurut dia, penyelenggaraan MTQ bukan sekadar agenda rutin keagamaan, tetapi menjadi ikhtiar bersama dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.

“Selamat datang kepada seluruh kafilah, dewan hakim, official, dan tamu undangan di Kabupaten Lahat. Semoga MTQ ini berjalan lancar, sukses, dan menjadi sarana memperkuat syiar Islam serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” ujar Bursah.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lahat atas kesiapan dan kesungguhan dalam menyelenggarakan MTQ XXXI.

Menurut Herman Deru, hakikat MTQ tidak berhenti pada kompetisi untuk menentukan siapa yang terbaik dalam membaca atau menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ merupakan bagian dari proses membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

“MTQ bukan hanya ajang perlombaan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana Al-Qur’an benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari, membentuk karakter masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan daerahnya,” katanya.

Ia berharap dari MTQ ini lahir generasi Qurani yang tidak hanya memiliki kemampuan tilawah dan hafalan yang baik, tetapi juga mampu mengamalkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Herman Deru, Sumatera Selatan memiliki tradisi panjang dalam melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Karena itu, pembinaan melalui MTQ harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar prestasi tersebut tetap terjaga.

Selain menjadi wahana pembinaan keagamaan, penyelenggaraan MTQ juga diyakini memberikan dampak positif bagi daerah tuan rumah. Kehadiran ribuan peserta, pendamping, dan masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kuliner, perhotelan, transportasi, dan perdagangan.

Lebih dari itu, MTQ menjadi ruang silaturahim yang mempererat ukhuwah Islamiyah di antara masyarakat Sumatera Selatan. Semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi modal sosial dalam membangun daerah yang religius, harmonis, dan berdaya saing.

ARTIKEL TERKAIT :

MTQ dan Ikhtiar Menjadikan Al-Qur’an sebagai Imam Kehidupan

Selama delapan hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai cabang perlombaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. Puncak kegiatan akan berlangsung pada 30 Juni 2026 dengan penetapan para juara yang selanjutnya dipersiapkan untuk mewakili Sumatera Selatan pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat nasional. (imr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *