Interaksimassa.com – Ogan Ilir | Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir melalui Bidang Kesehatan Masyarakat yang dipimpin Hj. Yanti, SKM, M.Kes, M.Si bersama Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi melaksanakan kegiatan Pendampingan Tim Ahli di UPT Puskesmas Payakabung.Rabu (1/7/2026).
Kegiatan yang melibatkan dokter spesialis anak serta dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP), khususnya dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, dan balita.
Pendampingan dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari pembinaan teknis, diskusi kasus yang sering ditemui di lapangan, hingga praktik langsung penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal menggunakan media simulasi. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi tenaga kesehatan di puskesmas untuk meningkatkan kemampuan klinis sekaligus memperbarui pengetahuan sesuai standar pelayanan kesehatan terbaru.
Melalui pendampingan tersebut, tenaga kesehatan diharapkan mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan pada ibu maupun bayi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sistem rujukan maternal dan neonatal agar pasien dengan kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan dapat segera dirujuk secara efektif sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir, Hj. Yanti, SKM, M.Kes, M.Si menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat.
Kolaborasi antara dokter spesialis, tenaga kesehatan puskesmas, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir diharapkan mampu menciptakan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang semakin optimal. Dengan sinergi tersebut, keselamatan ibu dan bayi dapat lebih terjamin sekaligus mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ogan Ilir.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan sebagai bagian dari transformasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien. Melalui kegiatan pendampingan seperti ini, diharapkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin profesional, berkualitas, dan merata.
“Pelayanan kesehatan yang berkualitas merupakan investasi bagi masa depan generasi bangsa. Bersama seluruh tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir terus berupaya mewujudkan ibu yang sehat, bayi yang selamat, serta keluarga yang lebih sejahtera,” demikian komitmen yang diusung dalam kegiatan tersebut.(12)












