Interaksimassa.com – Indralaya | Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, M.Si, menghadiri Haflah Akhir Sanah, Wisuda Sarjana Institut Agama Islam Al-Qur’an (IAIQ) Al-Ittifaqiah, serta peringatan Hari Ulang Tahun ke-59 Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah di Kampus Al-Ittifaqiah Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (22/6/2026).
Kehadiran Wamenkop RI menjadi perhatian ribuan santri, wali santri, alumni, tokoh masyarakat, serta tamu undangan yang memadati area pondok pesantren. Momentum ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung kemajuan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi berakhlak mulia, tetapi juga berperan dalam penguatan ekonomi kerakyatan.
Dalam sambutannya, Hj. Farida Farichah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati IAIQ Al-Ittifaqiah yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari perjuangan panjang para mahasiswa, dukungan keluarga, serta bimbingan para guru dan pengasuh pesantren.
“Atas nama Kementerian Koperasi Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat,” ujar Farida.
Ia menilai Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah merupakan salah satu pesantren besar di Sumatera Selatan yang telah menunjukkan konsistensi dalam membangun pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an selama hampir enam dekade. Menurutnya, usia 59 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh dedikasi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
“Enam puluh tahun kurang satu tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Al-Ittifaqiah telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai keislaman,” katanya.
Wamenkop juga menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Koperasi terus mendorong tumbuhnya koperasi modern di lingkungan pesantren sebagai instrumen untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Farida, jumlah santri yang besar serta jaringan alumni yang luas merupakan modal sosial yang sangat strategis untuk membangun ekosistem usaha berbasis koperasi. Oleh karena itu, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
“Pesantren memiliki kekuatan luar biasa. Jika dikelola dengan baik melalui wadah koperasi yang profesional dan modern, maka pesantren mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi umat yang berkelanjutan. Santri tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan,” tegasnya.
Ia mengajak para lulusan IAIQ Al-Ittifaqiah untuk terus mengembangkan kompetensi diri dan memanfaatkan berbagai peluang usaha yang ada di tengah masyarakat. Generasi muda pesantren, menurutnya, harus mampu menjadi pelopor dalam pengembangan ekonomi syariah, kewirausahaan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman.
Dalam kesempatan tersebut, Farida juga memberikan apresiasi kepada para pengasuh, tenaga pendidik, serta seluruh keluarga besar Ponpes Al-Ittifaqiah yang selama ini telah berkontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Saya melihat semangat luar biasa dari keluarga besar Al-Ittifaqiah. Semoga pesantren ini terus berkembang, semakin maju, dan mampu melahirkan generasi Qurani yang cerdas, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan,” ungkapnya.
Peringatan HUT ke-59 Ponpes Al-Ittifaqiah tahun ini berlangsung meriah dan penuh khidmat. Selain prosesi wisuda sarjana IAIQ Al-Ittifaqiah, kegiatan juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan seni islami, hadrah, serta doa bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang pesantren yang telah menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di Sumatera Selatan.
Dengan usia yang memasuki tahun ke-59, Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran Wakil Menteri Koperasi RI dalam peringatan ini menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pengembangan pesantren yang mandiri, maju, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan masa depan.(irhansyah)












