MUSI BANYUASIN – Komitmen Pondok Pesantren Sirojul Ulum Babat Toman dalam mencetak generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an terus diperkuat melalui berbagai program pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ulum Babat Toman, KH Ahmad Mubari, saat melakukan silaturahim ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (2/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, KH Ahmad Mubari didampingi Imam Irfa’i yang merupakan Sekretaris PD IPARI Musi Banyuasin sekaligus bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Sirojul Ulum.
Rombongan diterima langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Musi Banyuasin, H. Dedi Alamsyah, yang didampingi Kasi Bimbingan Masyarakat Islam.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Selain sebagai ajang silaturahim, kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk menyampaikan laporan perkembangan pendidikan yang tengah berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Sirojul Ulum Babat Toman.
KH Ahmad Mubari menjelaskan bahwa proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di seluruh unit pendidikan yang berada di bawah naungan pesantren berjalan dengan baik.
Lembaga pendidikan tersebut mencakup pendidikan kepesantrenan, Madrasah Diniyah, Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Menurutnya, selain pendidikan formal, pesantren juga terus mempertahankan tradisi keilmuan Islam klasik melalui pengajian kitab kuning yang dilaksanakan secara rutin dengan metode sorogan.
Metode ini dinilai efektif dalam membentuk pemahaman mendalam para santri terhadap khazanah keilmuan Islam yang diwariskan para ulama terdahulu.
“Alhamdulillah, seluruh kegiatan pendidikan dan pembinaan santri berjalan dengan baik. Kami terus berupaya menjaga keseimbangan antara pendidikan formal dan pendidikan kepesantrenan agar para santri memiliki bekal ilmu agama yang kuat sekaligus wawasan yang luas,” ujar KH Ahmad Mubari.
BACA JUGA
Kemenag Muba Apresiasi Pencapaian MIN 2
Dipelopori Penyuluh Agama dan Lintas Sektoral, Halal Bihalal dan Zikir Bersama Sukses Terealisasi
Pada kesempatan tersebut, agenda utama yang disampaikan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Musi Banyuasin adalah undangan resmi untuk menghadiri Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Sirojul Ulum Babat Toman yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni 2026 mendatang.
KH Ahmad Mubari berharap kehadiran Kakankemenag Musi Banyuasin dapat memberikan motivasi kepada para santri sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pendidikan Islam di daerah.
“Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak Kakankemenag Musi Banyuasin dalam Haflah Akhirussanah tahun ini. Kehadiran beliau tentu akan menjadi semangat dan kebanggaan bagi seluruh santri serta keluarga besar Pondok Pesantren Sirojul Ulum,” katanya.
Selain menyampaikan undangan, pihak pesantren juga melaporkan sejumlah rangkaian kegiatan yang akan menjadi bagian dari perhelatan Haflah Akhirussanah tahun ini.
Acara tersebut akan diramaikan dengan Wisuda Tahfizhul Qur’an Juz 30, Khotmil Qur’an 30 Juz, serta Tasyakuran Kelas Akhir Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Diniyah Tahun Pelajaran 2025/2026.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas keberhasilan para santri dalam menyelesaikan tahapan pendidikan dan pembinaan yang telah dijalani selama satu tahun pelajaran.
Selain itu, momentum tersebut juga menjadi ajang menampilkan hasil pembelajaran yang telah dicapai para santri kepada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua PCNU Musi Banyuasin, KH Muhammad Jazuli, yang memberikan dukungan terhadap penguatan sinergi antara pesantren, organisasi keagamaan, dan Kementerian Agama dalam memajukan pendidikan Islam di Kabupaten Musi Banyuasin.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Musi Banyuasin, H. Dedi Alamsyah, menyambut baik laporan yang disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ulum.
Ia mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan pesantren dalam membina generasi muda Islam, khususnya dalam bidang tahfiz Al-Qur’an dan pelestarian tradisi pengajaran kitab kuning.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
Karena itu, sinergi antara pesantren dan Kementerian Agama perlu terus diperkuat untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan Islam di daerah.
Melalui silaturahim tersebut, diharapkan hubungan kelembagaan antara Pondok Pesantren Sirojul Ulum Babat Toman dan Kementerian Agama Kabupaten Musi Banyuasin semakin erat.
Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi Qurani yang berakhlakul karimah, berwawasan luas, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Ahlussunnah wal Jamaah dalam menghadapi tantangan zaman.*












