Jakarta – Banyak pengguna ponsel Samsung pernah dibuat penasaran oleh kemunculan titik cahaya kecil yang sesekali berkedip di bagian atas layar perangkat mereka.
Sebagian bahkan mengira fenomena tersebut merupakan tanda kerusakan layar atau piksel mati yang dapat mengganggu pengalaman penggunaan.
Namun anggapan tersebut ternyata tidak benar. Samsung menjelaskan bahwa titik cahaya kecil yang terlihat di dekat bagian atas layar merupakan bagian dari sistem sensor jarak atau proximity sensor yang berfungsi mendukung berbagai fitur penting pada perangkat Galaxy.
Sensor jarak merupakan salah satu komponen vital yang telah digunakan Samsung selama bertahun-tahun dan tidak dapat dinonaktifkan oleh pengguna.
Kehadirannya berperan penting dalam memastikan perangkat dapat bekerja secara optimal, terutama saat digunakan untuk melakukan panggilan telepon.
Berfungsi Mematikan Layar Saat Panggilan
Sensor jarak bekerja dengan mendeteksi keberadaan objek di dekat layar ponsel. Saat pengguna mengangkat ponsel ke telinga ketika menerima atau melakukan panggilan, sensor akan mengenali jarak tersebut dan secara otomatis mematikan layar.
Fitur ini dirancang untuk mencegah sentuhan tidak disengaja yang dapat terjadi ketika wajah menyentuh layar selama percakapan berlangsung. Dengan layar yang mati sementara, pengguna tidak akan tanpa sengaja menekan tombol tertentu, membuka aplikasi, atau mengakhiri panggilan.
Untuk menjalankan tugas tersebut, sensor memanfaatkan sinar inframerah yang dipancarkan dan diterima kembali guna mengukur jarak antara perangkat dengan objek di sekitarnya.
Mengapa Lebih Terlihat pada Ponsel Samsung Modern?
Kemunculan titik cahaya kecil ini menjadi lebih mudah terlihat pada generasi ponsel Samsung terbaru dibandingkan model lama. Perubahan desain perangkat menjadi salah satu penyebab utamanya.
Pada ponsel generasi terdahulu seperti Galaxy S8+, bagian bezel atau bingkai atas masih cukup tebal sehingga sensor dapat disembunyikan dengan lebih baik. Sebaliknya, ponsel modern seperti seri Galaxy S26 hadir dengan desain layar penuh yang hampir menutupi seluruh bagian depan perangkat.
Akibatnya, komponen sensor kini ditempatkan di balik layar atau area yang lebih tipis sehingga cahaya inframerah yang dipancarkan sesekali dapat terlihat oleh mata pengguna dalam kondisi tertentu.
Menurut dokumentasi resmi Samsung, seluruh perangkat Galaxy yang menggunakan desain Infinity Display, termasuk seri Galaxy S10 dan Galaxy S20, telah mengintegrasikan sensor jarak di bawah panel layar.
Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Fitur Privasi Baru dan Kamera 200 MP, Dibanderol Rp21 Juta
Bukan Kerusakan Layar atau Piksel Mati
Kemunculan titik terang kecil sering kali membuat pengguna khawatir layar perangkat mengalami kerusakan. Padahal, Samsung menegaskan bahwa cahaya tersebut bukan merupakan piksel mati (dead pixel), cacat panel, maupun gangguan perangkat lunak.
Sebaliknya, cahaya itu menunjukkan bahwa sensor sedang bekerja menjalankan fungsinya. Karena merupakan bagian dari sistem perangkat keras, pengguna tidak perlu melakukan perbaikan ataupun penggantian layar hanya karena melihat titik cahaya tersebut muncul sesekali.
Fenomena ini juga tidak berdampak pada kualitas tampilan layar maupun performa perangkat secara keseluruhan.
Tidak Bisa Dinonaktifkan
Samsung menjelaskan bahwa sejak era Galaxy S5, sensor jarak telah menjadi fitur permanen yang tidak dapat dimatikan melalui pengaturan perangkat.
Alasannya, sensor tersebut mendukung berbagai fungsi dasar yang berkaitan dengan penggunaan telepon dan manajemen layar. Jika sensor dinonaktifkan, sejumlah fitur penting tidak akan dapat bekerja sebagaimana mestinya.
Meski demikian, pengguna mungkin tidak akan melihat cahaya sensor saat menggunakan speakerphone atau perangkat audio Bluetooth. Dalam kondisi tersebut, layar tidak perlu dikunci secara otomatis sehingga aktivitas sensor menjadi lebih minim.
Apa yang Terjadi Jika Sensor Mengalami Gangguan?
Walaupun jarang terjadi, sensor jarak tetap berpotensi mengalami gangguan teknis. Jika komponen tersebut tidak bekerja dengan baik, pengguna mungkin mendapati layar tidak menyala kembali setelah panggilan berakhir atau justru tidak mati saat ponsel ditempelkan ke telinga.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Samsung menyarankan pengguna mengaktifkan fitur Ketuk Dua Kali untuk Membangunkan (Double Tap to Wake). Fitur ini memungkinkan layar kembali aktif hanya dengan mengetuk layar dua kali.
Pengaturan tersebut dapat diakses melalui menu Pengaturan > Fitur Lanjutan > Gerakan dan Isyarat > Ketuk Dua Kali untuk Membangunkan.
Bagian Penting dari Pengalaman Pengguna
Keberadaan sensor jarak mungkin jarang disadari pengguna, tetapi perannya sangat penting dalam mendukung kenyamanan penggunaan ponsel sehari-hari. Teknologi sederhana ini membantu menjaga efisiensi baterai, mencegah sentuhan yang tidak disengaja, serta memastikan pengalaman menelepon berjalan lebih nyaman.
Karena itu, ketika melihat titik cahaya kecil berkedip di bagian atas layar Samsung Galaxy, pengguna tidak perlu panik. Cahaya tersebut bukan tanda kerusakan, melainkan bukti bahwa salah satu komponen penting perangkat sedang menjalankan tugasnya dengan baik.
**












