MUBES PB IKAPPI 2026 Makin Dinamis, Alumni Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Siap Tentukan Nahkoda Baru Organisasi

Samsudin SHI

INDRALAYA – Suasana menjelang Musyawarah Besar (MUBES) Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah (PB IKAPPI) semakin semarak.

Sejumlah alumni dari berbagai daerah di Indonesia mulai bermunculan sebagai kandidat yang mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari cabang-cabang IKAPPI tingkat kabupaten maupun provinsi untuk mengikuti kontestasi pemilihan Ketua Harian PB IKAPPI periode mendatang.

MUBES yang menjadi agenda rutin organisasi pada setiap pergantian kepengurusan ini dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah organisasi alumni Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah ke depan.

Selain memilih kepemimpinan baru, forum tertinggi organisasi tersebut juga menjadi momentum merumuskan berbagai program kerja yang relevan dengan kebutuhan alumni, masyarakat, serta sejalan dengan kebijakan pemerintah di tingkat nasional maupun daerah.

Samsudin, Tenaga Ahli Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah sekaligus Ketua Harian PB IKAPPI periode 2022–2026, menegaskan bahwa MUBES kali ini memiliki arti penting bagi seluruh alumni.

Menurutnya, keterlibatan alumni dalam setiap tahapan MUBES merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan organisasi dan memperkuat kontribusi alumni bagi pembangunan bangsa.

“MUBES bukan hanya agenda memilih pemimpin baru, tetapi juga forum untuk merumuskan arah organisasi ke depan. Semua alumni diharapkan dapat berpartisipasi aktif karena keputusan yang dihasilkan akan menjadi pedoman bagi program-program IKAPPI pada periode berikutnya,” ujar Samsudin.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa agenda utama yang akan menjadi fokus pembahasan dalam sidang pleno MUBES. Pertama, memilih kepemimpinan organisasi yang mampu membawa IKAPPI semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kedua, menyusun program kerja yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah baik di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota.

Ketiga, memperkuat sinergi antara alumni dan pemerintah dalam berbagai sektor pembangunan.

Menurut Samsudin, partisipasi alumni dalam proses suksesi kepemimpinan organisasi juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Dengan jaringan alumni yang tersebar luas di berbagai bidang profesi, IKAPPI memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam mendorong kemajuan masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga tahun 2024, jumlah alumni Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah mencapai sekitar 30 ribu orang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

BACA JUGA

Wakaf Rp200 Ribu, Menabung Istana di Surga di Pesantren Al Khoir Palembani

KH Taufik Hidayat : Dari Pejual Roti Keliling Menuju Pesantren Laa Roiba

Para alumni tersebut berkiprah dalam beragam profesi, mulai dari pendidikan, pemerintahan, dunia usaha, politik, sosial kemasyarakatan hingga sektor keagamaan.

Jumlah alumni yang besar tersebut menjadi modal penting bagi organisasi untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Karena itu, proses pemilihan Ketua Harian PB IKAPPI menjadi perhatian serius seluruh elemen alumni.

Dari pantauan panitia pelaksana, sejumlah nama telah memperoleh dukungan resmi dari cabang-cabang IKAPPI di berbagai daerah untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Harian PB IKAPPI.

Meningkatnya jumlah kandidat menunjukkan tingginya antusiasme alumni dalam mengambil peran kepemimpinan organisasi.

Menariknya, dinamika demokrasi yang berkembang di tubuh IKAPPI mendapat dukungan penuh dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah, KH Mudrik Qori.

Sosok ulama kharismatik tersebut disebut memberikan restu kepada seluruh alumni yang maju dalam kontestasi, selama tetap menjaga persatuan dan menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi.

Menurut Samsudin, KH Mudrik Qori merasa bangga melihat semangat para alumni yang tetap solid dan berkomitmen untuk mengabdi kepada pondok pesantren, masyarakat, serta bangsa melalui berbagai peran yang dijalankan.

“Beliau senang melihat alumni tetap kompak dan terus berkontribusi. Perbedaan pilihan dalam kontestasi adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun persaudaraan dan semangat pengabdian harus tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

Lebih lanjut, Samsudin berharap pelaksanaan MUBES PB IKAPPI dapat berjalan lancar, aman, tertib dan demokratis.

Ia mengajak seluruh alumni untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari proses penjaringan, pembahasan program hingga pemilihan kepemimpinan baru.

Menurutnya, IKAPPI tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi antaralumni, tetapi juga sebagai sarana koordinasi dan konsolidasi dalam mendukung kemaslahatan pondok pesantren, umat dan masyarakat luas.

“Melalui MUBES ini, kita berharap lahir kepemimpinan yang mampu membawa IKAPPI semakin maju, solid, dan terus memberikan manfaat bagi umat serta bangsa. Mari seluruh alumni bersama-sama menyukseskan MUBES PB IKAPPI dengan semangat persatuan dan demokrasi,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *