KH Mudrik Qori Dorong Peran Alumni Pesantren dalam Mendukung Asta Cita dan Pembangunan SDM Nasional

Foto ist

INDRALAYA – Musyawarah Besar (Mubes) Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah (PB IKAPPI) 2026 tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru organisasi alumni, tetapi juga melahirkan komitmen untuk memperkuat kontribusi pesantren dan alumni dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Beliau menilai bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk mendukung agenda pembangunan nasional, terutama dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Ia mengatakan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, termasuk melalui jaringan pesantren dan alumninya.

“Pesantren selama ini telah melahirkan banyak tokoh yang berkiprah di berbagai bidang. Tantangan ke depan adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikonsolidasikan menjadi kekuatan bersama untuk mendukung pembangunan nasional,” ujar Mudrik Qori”

Sarasehan tersebut menghadirkan tiga Narasumber untuk Mengeksplor Pandangannya diawali Ust Tanto Sapaan Akrabnya, alumni pesantren memiliki posisi strategis karena tersebar di berbagai profesi, mulai dari pendidikan, akademisi, birokrasi, TNI-Polri, dunia usaha, hukum, hingga sektor sosial kemasyarakatan.

Ia menilai penguatan organisasi alumni dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan, pengembangan kepemimpinan generasi muda, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Semangat ini sejalan dengan Asta Cita yang menempatkan pembangunan manusia, penguatan pendidikan, pemberdayaan pemuda, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas SDM sebagai fondasi utama menuju Indonesia maju,” kata Tanto.

Sementara itu Ust,Fey Martedi menyoroti pentingnya adaptasi pesantren terhadap perubahan sosial dan perkembangan dunia pendidikan.

Menurutnya, berbagai dinamika yang dihadapi lembaga pendidikan keagamaan saat ini perlu disikapi secara konstruktif melalui inovasi, peningkatan kualitas layanan pendidikan, serta penguatan jejaring alumni.

“Kami melihat alumni dapat menjadi jembatan antara pesantren dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja yang terus berkembang. Karena itu, konsolidasi alumni menjadi salah satu prioritas kami ke depan,” ujarnya.

BACA JUGA

Wamenkop RI Hj. Farida Farichah Hadiri Haflah dan HUT ke-59 Ponpes Al-Ittifaqiah, Dorong Penguatan Ekonomi Pesantren

KAPOLRES OGAN ILIR HADIRI HAFLAH KE-15 PONDOK PESANTREN DARUL FUNUN, DORONG SANTRI MENJADI GENERASI BERILMU DAN BERAKHLAK MULIA

Ia menambahkan bahwa PB IKAPPI akan mendorong penguatan jaringan alumni berbasis daerah, profesi, kampus, dan luar negeri untuk memperluas kontribusi pesantren dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan pengembangan SDM.

Menurut DR Adji Alamsyah, salah satu tantangan yang harus dihadapi bersama adalah bagaimana pesantren tetap menjadi pilihan masyarakat di tengah perubahan zaman dan semakin ketatnya persaingan lembaga pendidikan.

“Pesantren harus mampu menunjukkan bahwa lulusannya tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembangunan, menguasai teknologi, memiliki jiwa kewirausahaan, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” ujar Adji Alamsyah.

Dalam Sesi Diskusi,DR.Mudrik Menyerukan Dukungan terhadap Agenda Asta Cita
Presiden H Prabowo Subianto

Ia menilai langkah tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan sejumlah agenda prioritas Asta Cita, khususnya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan pemerataan pendidikan, memperkuat harmoni sosial, mengembangkan kewirausahaan, dan membangun generasi muda yang produktif serta berkarakter.

Dengan jumlah alumni yang diperkirakan mencapai lebih dari 32 ribu orang dan tersebar di berbagai sektor strategis, Al-Ittifaqiah memiliki modal sosial yang besar untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, penguatan karakter generasi muda, serta pembangunan masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Harapan untuk Penguatan Ekosistem Pesantren

Sesi akhir semua Narasumber Memberi Pesan perhatian terhadap pengembangan pesantren dapat terus ditingkatkan, baik melalui penguatan kualitas pendidikan, transformasi digital, pengembangan keterampilan santri, maupun pemberdayaan alumni.

“Pesantren memiliki jaringan sosial yang kuat, basis masyarakat yang luas, dan tradisi pendidikan karakter yang telah teruji. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis pesantren dapat semakin berkontribusi dalam menyiapkan generasi masa depan Indonesia,” ujarnya ”

Sementara Esyam Fendi Yang Menahkodai Sarasehan tersebut Merangkum momentum konsolidasi alumni untuk memperkuat hubungan antara pesantren, alumni, masyarakat, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional di era bonus demografi dan transformasi global insya Allah akan selalu mendapat Ridhonya_.

Dalam konteks tersebut, keberadaan alumni pesantren dipandang bukan hanya sebagai aset lembaga, tetapi juga sebagai bagian dari modal sosial bangsa yang dapat berkontribusi nyata dalam mendukung implementasi Asta Cita serta terwujudnya Indonesia Emas 2045 & Kita Doakan Semoga Pak Presiden Tuntas serta sukses Menjalankan roda Pemerintahan Bersama Doa Alumni alumni juga para santri Al Ittifaqiah.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *