Lubuklinggau – Setelah resmi dibuka, rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) IV Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Lubuklinggau langsung memasuki agenda krusial, yakni pleno pemilihan Pimpinan Presidium MD KAHMI Kota Lubuklinggau periode 2026-2031.
Sidang pleno diawali dengan pengantar sidang yang dipimpin Koordinator Steering Committee (SC) Agus Maryanto didampingi Sekretaris SC Saprin Rais.
Selanjutnya forum menetapkan tiga pimpinan sidang, yakni Rehan Akil sebagai Pimpinan Sidang I, Alexsander Patrawan sebagai Pimpinan Sidang II, dan Muslih Hidayat sebagai Pimpinan Sidang III.
Memasuki pembahasan tata tertib pemilihan presidium, suasana forum mulai menghangat.
Sejumlah peserta silih berganti melayangkan interupsi, mempertanyakan dan memberikan pandangan terkait mekanisme serta persyaratan pencalonan pimpinan presidium.
Adu argumentasi pun tak terhindarkan sehingga beberapa kali pimpinan sidang harus mengetuk palu untuk mengendalikan jalannya forum.
Meski sempat berlangsung alot dan penuh dinamika, sidang tetap berjalan dalam koridor musyawarah organisasi.
Perdebatan yang muncul mencerminkan tingginya antusiasme peserta dalam menentukan arah kepemimpinan KAHMI Kota Lubuklinggau lima tahun ke depan.
BACA JUGA
KAHMI Lubuklinggau Persiapkan MUSDA
Tokoh Aktivis HMI Lubuklinggau Al Hayat Tutup Usia, KAHMI Berduka Mendalam
Jamil Amir selaku ketua pelaksana mengatakan
Dalam tahapan pencalonan, ada 17 nama yang telah mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Presidium MD KAHMI Kota Lubuklinggau periode 2026-2031 di antaranya Rinaldi Efendi, Rudi Erwandi, Saprin Rais, Rudi Wijaya, Azhari, Pertiwi, Iskandar, dan Agus Maryanto.
Pimpinan sidang kemudian mengajak seluruh peserta untuk mengedepankan semangat musyawarah mufakat dalam menentukan kepemimpinan organisasi.
Namun apabila kesepakatan bersama tidak tercapai, maka mekanisme pemungutan suara (voting) akan menjadi jalan terakhir yang ditempuh sesuai tata tertib yang disepakati forum.
“Musyawarah mufakat tetap menjadi pilihan utama. Namun jika forum tidak menemukan titik temu, maka keputusan akan diambil melalui voting sebagai mekanisme demokratis organisasi,” ucap Jamil
Hingga pleno berlangsung, tensi forum masih tinggi namun tetap terkendali, menandakan kuatnya kepedulian para alumni HMI terhadap masa depan dan arah perjuangan KAHMI Kota Lubuklinggau.
Hasil kesepakatan Musda IV KAHMI Lubuklinggau musyawarah Mufakat dengan dibentuknya ada Tujuh nama formatur diantaranya nama Mulyadi Pabena, Jamaludin, Ngimanudin, Saprin Rais, Rama Wijaya, Heri Padri
Dari tim 7 formatur kesepakatan memilih 5 nama Presidium MD KAHMI Lubuklinggau diantaranya nama Rudi Erwandi kalangan akademik Rektor UNPARI, Azhari Kalangan tokoh masyarakat, Rinaldi Efendi kalangan tokoh partai politik, Agus Maryanto kalangan Pemuda dan Rudi Wijaya kalangan Birokrat.*












