INDONESIA – PP PBSI (Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) menjadikan hasil Kejuaraan Asia Junior 2026 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan mempersiapkan para atlet menghadapi World Junior Championships (WJC) 2026.
Dengan pembenahan pada aspek taktikal, fisik, mental, serta penambahan jam terbang internasional, diharapkan para atlet muda Indonesia dapat tampil lebih percaya diri dan meraih hasil yang lebih baik di panggung dunia.
Mari terus berikan dukungan dan semangat untuk perjuangan para atlet muda Indonesia menuju WJC 2026.
BACA JUGA
BWF WORLD CHAMPIONSHIPS, Badminton INDONESIA Menempati Ranking II Setelah CHINA
Sektor ganda putri menunjukkan perkembangan dengan meloloskan dua pasangan ke perempat final, sementara ganda campuran non pelatnas juga tampil kompetitif.
Menurut Eskar Denatara Manajer Tim Indonesia BAJC 2026 ini, persaingan di level Junior Asia kini semakin merata sehingga Indonesia harus terus meningkatkan kualitas pembinaan untuk menghadapi kompetisi yang semakin ketat dan tajam.
“Kami harus terus meningkatkan kualitas pembinaan agar mampu mengikuti perkembangan persaingan yang semakin ketat di era saat ini,” ujar Eskar Denatara Manajer Tim Indonesia BAJC 2026 berhasil dihimpun interaksimassa.com dari berbagai referensi badminton lovers tanah air, Kamis (9/7/2026).
Menutup hasil evaluasi dari perjalanan Badminton Asia Junior Championship (BAJC) baru usai digelar di Negeri Sakura (Jepang), Eskar menyampaikan permohonan maafnya pada semua publik masyarakat Indonesia khususnya kalangan pecinta badminton lovers tanah air.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada semua masyarakat Indonesia khususnya kalangan pecinta badminton lovers tanah air karena belum berhasil meraih gelar di kejuaraan BAJC 2026 ini, kedepan seluruh catatan dan BAJC akan menjadi bahan pembenahan agar para atlit badminton Indonesia dapat menunjukkan penampilan yang lebih baik di Word Junior Championship (Kejuaraan Badminton Junior Dunia),” demikian permohonan maaf disampaikan Manajer Tim Indonesia Eskar Denatara.*












