JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Menurutnya, kedua program strategis tersebut harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan terbebas dari praktik korupsi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Gibran sebelum bertolak melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah Indonesia Timur melalui Pangkalan Udara TNI Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gibran menekankan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada percepatan pelaksanaan program, tetapi juga memastikan setiap anggaran negara digunakan secara tepat sasaran.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola MBG dan koperasi. Kita pastikan setiap rupiahnya benar-benar termanfaatkan dengan baik, dan juga yang paling penting terbebas dari praktik korupsi,” ujar Gibran.
Menurut Wakil Presiden, penguatan tata kelola menjadi kunci untuk menjaga efektivitas program-program prioritas pemerintah.
MBG dan Koperasi Desa Merah Putih merupakan dua program yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat sehingga membutuhkan sistem pengawasan yang kuat dan berkelanjutan.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
Sementara itu, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat desa melalui pemberdayaan usaha lokal dan peningkatan kesejahteraan warga.
Survei Median : Publik menilai 37,1 % kopdes bermanfaat tapi Rawan Korupsi
Qodari Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan, Pemerintah Tolak Tuntutan Penghentian
Gibran menilai keberhasilan kedua program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat atau besarnya anggaran yang terserap, tetapi juga dari tingkat kepercayaan publik terhadap pengelolaannya. Oleh karena itu, pemerintah membuka ruang evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Gibran juga menyampaikan apresiasi kepada kalangan mahasiswa yang selama ini aktif menyampaikan kritik, masukan, maupun aspirasi terkait pelaksanaan berbagai program pemerintah. Menurutnya, partisipasi publik merupakan bagian penting dalam proses pembangunan dan pengawasan kebijakan.
“Terima kasih sudah menyampaikan aspirasinya secara damai. Terima kasih untuk masukan-masukannya yang konstruktif, terutama terkait MBG dan koperasi,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi bahan diskusi di berbagai daerah.
Sejumlah kelompok mahasiswa menyoroti aspek transparansi, efektivitas distribusi, hingga mekanisme pengawasan program agar manfaat yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
Sebagai bentuk keterlibatan generasi muda dalam pengawasan program pemerintah, Gibran turut mengajak lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengikuti kunjungan kerjanya ke kawasan Indonesia Timur.
Mereka berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Sanata Dharma, dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).
Kehadiran mahasiswa tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif independen terhadap pelaksanaan program-program pemerintah di lapangan, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Gibran dijadwalkan meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain itu, ia juga akan melihat langsung rencana pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dan berdialog dengan masyarakat setempat mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya.
Setelah dari NTT, Gibran akan melanjutkan kunjungan ke Provinsi Gorontalo untuk menghadiri sekaligus membuka Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026.
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai penopang ketahanan pangan nasional.
Agenda berikutnya adalah kunjungan ke Papua Barat, di mana Wakil Presiden akan meninjau Sentra Produksi Kakao Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan dan membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV di Manokwari.
Sementara itu, di Papua Selatan, Gibran dijadwalkan mengunjungi sejumlah fasilitas publik di Kabupaten Asmat, termasuk Asmat Museum of Culture and Progress, Sekolah Lapang Sagu, RSUD Agats, serta Gereja Katedral Salib Suci.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, pemerintah ingin memastikan berbagai program prioritas nasional berjalan efektif hingga ke wilayah terluar Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat pengawasan dan akuntabilitas pelaksanaan program agar setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Komitmen memperbaiki tata kelola MBG dan Koperasi Desa Merah Putih menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan pembangunan yang inklusif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
**












