PESAN MILAD KE-24 BULAN SABIT MERAH INDONESIA (BSMI)

Oleh: Basuki Supartono, Sp.OT, FICS, MARS

Foto ist

Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dapat mencapai usia pengabdian yang ke-24 tahun.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Milad ke-24 merupakan momentum penuh makna untuk mengenang perjalanan panjang Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

Sebuah gerakan kemanusiaan yang lahir dari semangat pengabdian, kepedulian, dan persaudaraan. Dua puluh empat tahun lalu, (2002), bersama sahabat relawan kemanusiaan dari berbagai daerah, kami mendeklarasikan lahirnya BSMI.

Saat itu, BSMI tidak memiliki banyak sumber daya. Tidak ada jaminan bahwa organisasi ini akan berkembang seperti sekarang.

Yang ada hanyalah keyakinan bahwa membantu sesama adalah panggilan kemanusiaan yang harus terus diperjuangkan.

Selanjutnya BSMI tumbuh sebagai organisasi sosial kemanusiaan yang independen, profesional, non-profit, dan tidak berafiliasi dengan kepentingan politik mana pun. Sejak awal, BSMI hadir untuk melayani kemanusiaan tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, maupun latar belakang sosial.

Alhamdulillah, atas pertolongan Allah SWT serta dedikasi ribuan pengurus, anggota, dan relawan di seluruh Indonesia, BSMI terus berkembang menjadi organisasi kemanusiaan yang memiliki jaringan di berbagai provinsi, kabupaten, dan kota. Perjalanan 24 tahun ini bukanlah perjalanan yang ringan.

24 tahun bukanlah angka semata, tetapi ada wajah para relawan. Relawan yang meninggalkan keluarga demi membantu korban bencana.

Relawan medis yang bekerja siang dan malam di lokasi. Para pengurus yang menjaga organisasi tetap berjalan dalam berbagai keterbatasan, serta masyarakat yang selama ini memberikan kepercayaan kepada BSMI.

Dalam berbagai peristiwa kemanusiaan di Indonesia, relawan BSMI senantiasa hadir di masyarakat.

Mulai dari Tsunami Aceh, Gempa Yogyakarta, Gempa Padang, Gempa Lombok, Gempa Palu dan Donggala, Gempa Alor, Gempa Nabire, Wamena, Banjir Jakarta, berbagai banjir di Sumatera, Bencana Wasior, Erupsi Merapi, Erupsi Sinabung, hingga berbagai bencana dan krisis kemanusiaan lainnya.

Di tingkat internasional, BSMI juga berupaya mengambil bagian dalam misi kemanusiaan dunia, antara lain membantu korban Gempa Nepal, pengungsi Rohingya di Bangladesh, Gempa Myanmar, serta masyarakat terdampak konflik dan krisis kemanusiaan di Suriah, Libanon, Mesir, dan Palestina.

Komitmen BSMI terhadap Palestina tidak pernah berubah. Dukungan terhadap rakyat Palestina merupakan bagian dari panggilan kemanusiaan universal.

Ketika hak hidup, hak kesehatan, dan martabat manusia dirampas, maka menjadi kewajiban moral bagi kita untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian.

Selama lebih dari dua dekade, relawan BSMI telah membuktikan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas negara, bahasa, maupun perbedaan identitas.

Pada kesempatan Milad ke-24 ini, kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus BSMI di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan kota; kepada seluruh anggota dan relawan; kepada para donatur dan mitra kerja; serta kepada seluruh pihak yang telah membersamai perjalanan organisasi ini.

Penghargaan yang sama juga kami sampaikan kepada para pendiri, pengurus, anggota, dan relawan BSMI yang telah wafat mendahului kita.

Mereka telah meletakkan fondasi perjuangan yang kuat bagi organisasi ini. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kebaikan mereka dan menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya.

Memasuki usia ke-24 tahun, tantangan yang kita hadapi semakin besar.

Bencana alam semakin sering terjadi, perubahan iklim semakin nyata dampaknya, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kemanusiaan semakin kompleks.

Karena itu, salah satu agenda penting BSMI ke depan adalah memperkuat kapasitas organisasi dan relawan di seluruh tingkatan organisasi. BSMI harus semakin kuat, mulai dari tingkat pusat hingga provinsi, kabupaten, dan kota.

BACA JUGA

Etika Pemilu Dan Keadilan Demokrasi: Menjaga Suara Rakyat Dari Politik Kekuasaan

Akademisi Unsri Apresiasi Gubernur Sumsel Coret Anggaran Sewa Helikopter, Soroti Pentingnya Pengawasan Publik

Penguatan organisasi tidak hanya menyangkut struktur, tetapi juga menyangkut tata kelola, kepemimpinan, kompetensi sumber daya manusia, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Relawan BSMI juga harus terus meningkatkan kapasitas melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan pengalaman lapangan.

Agar kita dapat memberikan pelayanan kemanusiaan yang profesional dan sesuai regulasi yang berlaku.

Hal penting lainnya adalah memperkuat koordinasi, komunikasi, dan informasi di seluruh jajaran organisasi.

BSMI adalah keluarga besar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Karena itu, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh semangat pengabdian, tetapi juga oleh kemampuan untuk bergerak dalam satu arah, satu tujuan, dan satu semangat.

Koordinasi harus semakin baik. Komunikasi harus semakin lancar. Informasi harus semakin cepat, akurat, dan terintegrasi.

Dengan demikian, BSMI akan mampu memberikan respons yang lebih cepat, lebih efektif, dan lebih profesional.

BSMI juga perlu terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang dimiliki melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Klinik BSMI.

Saat ini BSMI memiliki UPT Klinik di Klaten, Sukabumi, Palu, dan Aceh Tamiang.

Kehadiran klinik tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian BSMI kepada masyarakat. Pengabdianyang tidak hanya saat terjadi bencana saja namun juga dalam situasi normal.

Ke depan, kualitas pelayanan di seluruh UPT Klinik BSMI perlu terus ditingkatkan.

Baik dari sisi tata kelola, kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, maupun inovasi pelayanan kesehatan.

Klinik BSMI harus menjadi wajah pelayanan kemanusiaan yang profesional, amanah, humanis, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dua puluh empat tahun bukan sekadar angka.
Dua puluh empat tahun adalah perjalanan pengabdian.
Dua puluh empat tahun adalah perjalanan perjuangan.
Dua puluh empat tahun adalah perjalanan persaudaraan.

Dua puluh empat tahun adalah bukti bahwa semangat kemanusiaan mampu menyatukan ribuan relawan dari berbagai latar belakang untuk tujuan yang sama: membantu sesama manusia.

Namun perjalanan ini masih panjang. Melintasi ruang dan waktu, dari generasi sekarang ke generasi selanjutnya. Masih banyak pekerjaan kemanusiaan yang harus dilakukan.

Masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Masih banyak amanah yang harus ditunaikan.

Karena itu, Milad ke-24 ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat organisasi. Meningkatkan kapasitas relawan, mempererat koordinasi, komunikasi, dan informasi.

Meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan di seluruh Indonesia. Saya meyakini bahwa berbeklkan pengalaman yang telah dibangun selama 24 tahun, dan semangat pengabdian yang terus menyala.

Tentu dengan pertolongan Allah SWT, BSMI akan terus tumbuh menjadi organisasi kemanusiaan yang semakin profesional.

Semakin dipercaya dan semakin bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan masyarakat dunia.

Mari terus menjaga amanah kemanusiaan ini.
Mari terus memperkuat persaudaraan dan kebersamaan.
Mari terus hadir untuk mereka yang membutuhkan.

Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, maka BSMI akan terus hadir, bergerak, dan mengabdi.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, perlindungan, dan keberkahan kepada seluruh keluarga besar Bulan Sabit Merah Indonesia.

Dirgahayu Bulan Sabit Merah Indonesia. Selamat Milad ke 24. Semoga berkah Allah SWT senantiasa bersama kita semua.

“24 Tahun Mengabdi untuk Kemanusiaan:
Memperkuat Organisasi, Memajukan Relawan, dan Menebar Manfaat bagi Indonesia dan Dunia.”


Penulis adalah Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) BSMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *