Dinamika Sengit Warnai Mubes IKM Lubuklinggau, HESK Terpilih Aklamasi

Foto ist

LUBUKLINGGAU – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Lubuklinggau berlangsung dengan dinamika yang cukup panas. Setelah pembukaan Mubes oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau, panitia langsung melanjutkan agenda dengan memasuki pleno Mubes untuk menentukan arah kepemimpinan IKM periode 2026-2031.

Rapat pleno dipimpin Ketua Badan Musyawarah Keluarga Minang (BMKM) Amris bersama Ketua dan Sekretaris Panitia Mubes IKM Kota Lubuklinggau.

Namun, jalannya sidang tidak berlangsung mulus. Perdebatan langsung mencuat ketika salah seorang peserta mempertanyakan keabsahan pimpinan pleno yang diambil alih oleh panitia.

Peserta mempertanyakan mekanisme yang sebelumnya disampaikan bahwa pimpinan pleno semestinya diserahkan kepada peserta Mubes untuk dipilih dan ditetapkan secara bersama-sama.

“Kalau sebelumnya disampaikan pimpinan pleno akan dipilih oleh peserta Mubes, mengapa kemudian pimpinan pleno langsung diambil alih oleh panitia? Ini menyangkut mekanisme persidangan dan harus dijelaskan secara terbuka,” tegas salah seorang peserta dalam forum.

Perdebatan pun berlangsung sengit. Adu argumentasi terjadi di dalam ruang sidang sebelum akhirnya peserta Mubes mencapai kesepakatan bahwa pimpinan pleno diperbolehkan berasal dari unsur panitia Mubes IKM Lubuklinggau.

Setelah persoalan pimpinan sidang selesai, Mubes kembali memasuki agenda utama, yakni penetapan calon Ketua IKM Kota Lubuklinggau periode 2026-2031.

Pimpinan pleno kemudian secara langsung menanyakan kesediaan calon tunggal, H. Epi Syamsul Komar (HESK), untuk maju sebagai Ketua IKM Kota Lubuklinggau.

Pertanyaan tersebut langsung dijawab HESK dengan tegas.

“Saya bersedia,” jawab HESK di hadapan peserta pleno Mubes IKM Lubuklinggau.

Karena HESK menjadi satu-satunya calon dan memperoleh dukungan dari seluruh 12 kelompok Minang yang mengikuti Mubes, pimpinan sidang kemudian menetapkan HESK sebagai Ketua IKM Kota Lubuklinggau periode 2026-2031 secara aklamasi.

BACA JUGA

Konsolidasi Akbar Delapan Kelompok Minang, Uda Epi Komar Usung Program 100 UMKM

Febrie : Bulek Aia Dek Pambuluah, Bulek Kato Dek Mufakat, Tujuh Kelompok Minang Usung Uda Epi Komar

Dengan keputusan tersebut, HESK resmi ditetapkan sebagai Ketua IKM Kota Lubuklinggau masa bakti 2026-2031.

Usai ditetapkan, HESK menyampaikan visi dan misinya di hadapan seluruh peserta Mubes. Ia menegaskan, prioritas utama kepemimpinannya adalah membangun persatuan seluruh warga Minang di Lubuklinggau tanpa membedakan asal nagari, suku, maupun kelompok.

“Misi pertama saya adalah memperkuat tali silaturahmi agar kebersamaan urang awak di Lubuklinggau semakin kokoh. Duduak samo randah, tagak samo tinggi. Mangumpuakan nan taserak, manjampuik nan tatingga. Indak buliah ado dunsanak nan maraso ditinggakan, karano kito samuo adalah satu keluarga gadang urang Minang di rantau,” ungkap HESK.

Siapkan Bantuan Modal untuk 100 UMKM

Di bidang ekonomi, HESK berkomitmen menjadikan IKM bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Minang.

Ia menyampaikan rencana pemberdayaan terhadap 100 pelaku UMKM warga Minang di Lubuklinggau.

“Insya Allah kami menyiapkan program pemberdayaan bagi 100 pelaku UMKM warga Minang. Masing-masing akan mendapatkan bantuan modal sebesar Rp2 juta. Kami ingin IKM hadir bukan sekadar organisasi sosial, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” jelasnya.

Selain ekonomi, HESK juga bertekad menghidupkan kembali kegiatan olahraga, seni dan budaya Minangkabau sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas urang awak di tanah rantau.

“Budaya adalah jati diri urang awak. Melalui olahraga, seni dan budaya, generasi muda harus tetap mengenal falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Di mano bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang, namun adat dan budaya Minang tetap kita lestarikan,” tuturnya.

Tidak berhenti di bidang ekonomi dan budaya, HESK juga menegaskan komitmennya memperkuat gerakan sosial IKM. Menurutnya, warga Minang yang membutuhkan harus mendapatkan perhatian dan kepedulian dari organisasi.

“Urang Minang punyo falsafah barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Artinya, setiap beban dan kesulitan akan kita pikul bersama, dan setiap keringanan akan kita nikmati bersama sebagai satu keluarga besar,” tegasnya.

Ia menambahkan, semangat kebersamaan tersebut akan menjadi fondasi gerakan sosial IKM Kota Lubuklinggau ke depan.

“Kita ingin tidak ada satu pun dunsanak yang tertinggal dalam perhatian dan bantuan organisasi. IKM harus hadir ketika dunsanak membutuhkan,” pungkas HESK

Batang baringin di tangah laman,Tampek basanda urang barayo.IKM kini lah basatu hati dan badan,Urang awak kompak, Lubuklinggau makin jayo.

Pai ka pasa mambali kain,Kain batik dalam bungkuih.Duduak basamo, hati pun lain,Basatu urang awak, kokohkan ukhuwah nan tulus.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *