Lahat – Peristiwa tragis menggegerkan warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Seorang pria berinisial A.F diduga tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, S.A (63), dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menyita perhatian publik karena tingkat kekerasannya.
Kasus ini terungkap setelah warga menemukan jasad korban dalam kondisi mengenaskan.
Tubuh korban diduga telah dimutilasi, dimasukkan ke dalam tiga karung plastik, lalu dikuburkan di area kebun milik korban.

Penemuan tersebut bermula dari kecurigaan keluarga yang tidak melihat korban selama kurang lebih satu pekan.
Kecurigaan semakin menguat setelah adanya laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan berupa penggalian tanah di kebun korban.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pihak keluarga bersama warga dan perangkat desa.
Saat dilakukan pengecekan dan penggalian ulang di lokasi, ditemukan tiga karung plastik yang berisi potongan tubuh manusia. Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Kepolisian Resor Lahat melalui Satuan Reserse Kriminal bergerak cepat menangani kasus tersebut.
BACA JUGA
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan ASN Bawaslu; Polisi Dalami Kronologi Kejadian
Tim Inafis bersama personel Polsek Pulau Pinang segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Lahat untuk keperluan autopsi dan identifikasi lebih lanjut.
Dalam waktu kurang dari 12 jam sejak penemuan jasad korban, aparat kepolisian berhasil mengamankan terduga pelaku.
Hal ini menunjukkan respons cepat aparat dalam mengungkap kasus kejahatan berat tersebut.
Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto melalui Kasat Reskrim AKP M Ridho Pradani menyampaikan bahwa pelaku saat ini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Lahat.
“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami kronologi serta motif secara menyeluruh,” ujar Ridho (Rabu 8/4/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa A.F merupakan anak kandung korban.
Dugaan sementara motif pembunuhan mengarah pada faktor ekonomi, yang dipicu oleh kebiasaan pelaku bermain judi slot.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa motif tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum menjadi kesimpulan akhir.
Pengungkapan kasus ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi penting kepada aparat penegak hukum. Kepolisian pun mengapresiasi keterlibatan warga dalam membantu proses pengungkapan kasus.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial.
Hal ini penting guna menjaga kondusivitas serta tidak mengganggu jalannya proses penyidikan.
Selain itu, masyarakat yang mengetahui informasi tambahan terkait kasus ini diminta untuk segera melapor kepada pihak berwajib guna mempercepat proses pengungkapan secara menyeluruh.
Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta memperkuat konstruksi perkara sebelum dilimpahkan ke tahap berikutnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan pentingnya perhatian terhadap kondisi sosial dan ekonomi di lingkungan masyarakat, serta perlunya pengawasan terhadap perilaku menyimpang seperti kecanduan judi yang berpotensi memicu tindak kriminal.
Hingga saat ini, situasi di wilayah Kecamatan Pulau Pinang dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.
Aparat kepolisian memastikan bahwa proses hukum akan berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.*












