Profil Coach Irwansyah, Sukses Ciptakan All INDONESIAN FINAL All England 2024

Foto ist

INDONESIA – Pada kesempatan ini, penulis mencoba mengulas sejarah singkat perjalanan dari seorang coach atau pelatih yang pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia sekaligus sukses membawah gelar juara dan runner-up (All Indonesian final) di ajang kompetisi badminton Internasional super 1000 All England tahun 2024.

Dikala itu, berkat didikan beliau (coach Irwansyah) dikenal pelatih bertangan dingin ini sukses mengantarkan anak didiknya ke-2 tunggal putra Indonesia Jonathan Christie biasa disapa akrab Jojo dan juga Anthony Sinisuka Ginting berhasil semuanya melangkah ke laga pamungkas (final) ajang kompetisi All England tahun 2024.

Untuk diketahui publik, Coach Irwansyah membantu sektor tunggal putra meraih kejayaan di All England 2024 sungguh panjang sejarahnya.

All Indonesian Final pertama dalam catatan sejarah prestasi badminton Indonesia bahwa untuk sektor tunggal putra sejak 30 tahun silam.

Artinya terakhir kali sektor tunggal putra Indonesia ini sukses melangkah ke laga final mewujudkan ‘All Indonesian Final’ terjadi di tahun 1994.

Pria kelahiran Binjai Provinsi Sumatera Utara pada 1974 itu mengaku terlambat masuk ke pelatnas karena sudah menginjak ‘kepala dua’.

Sebab rekan-rekan seangkatan biasa sudah masuk Cipayung di usia belasan tahun.

“Di pelatnas sini saya masuk tahun 1996 bulan November, saya lahir tahun 1974. Saya baru masuk pelatnas usia 22 tahun, tapi saya akhirnya dipanggil juga dan rezeki tidak kemana,” kata Irwansyah dilansir dari wawancara media online nasional berhasil dihimpun oleh media interaksimassa.com dilapangan.

BACA JUGA

Tangan Dingin Coach Irwansyah, Tunggal Putra INDIA Cetak Sejarah Final BAC 2026

Tersisa Dua Wakil Indonesia, Ini Jadwal Semifinal BAC 2026

“Saya masuk pelatnas itu terlambat, jadi memang saya terus berprinsip, kalau memang sudah rezeki pasti bisa. Untungnya ada dukungan dari orang tua, pelatih, termasuk Koh Hendry Saputra, pelatih saya dulu. Saya sampai tahun 2000 di Pelatnas,” ditambahkan Irwansyah.

Selepas jadi atlet, Irwansyah merantau ke benua Eropa. Ia meniti karier sebagai pelatih di Wales Siprus Negeri Inggris dan Irlandia.

Perjalanan itu ia lakoni selama kurang lebih 15 tahun sejak 2001 hingga 2016.

Hingga pada satu masa, Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra memanggilnya pulang untuk ikut melatih di Indonesia. Masa baktinya di Pelatnas PBSI dengan peran baru dimulai pada September 2016.

Jabatan asisten pelatih diemban oleh pria yang akrab disapa ‘Bang Aboy’ itu selama hampir tujuh tahun. Pada Januari 2023, statusnya naik menjadi pelatih kepala hingga saat ini.

Semasa jadi asisten pelatih, Irwansyah turut berperan dalam beberapa pencapaian penting di tunggal putra seperti medali emas Asian Games 2018 oleh Jonatan Christie hingga medali perunggu Olympiade dunia tahun 2020 Tokyo Jepang melalui Anthony tunggal putra Sinisuka Ginting.

Kemudian terakhir ia melatih anak didiknya Jonathan Christie dan juga Anthony Sinisuka Ginting sukses meraih gelar juara dan runner-up (medali emas dan perak) milik Indonesia.

Namun, waktu terus berputar, sekarang nama besar beliau tinggal kenangan indah yang sangat manis dikenang oleh semua pecinta badminton lovers tanah air Indonesia.

“Beliau (coach Irwansyah) ini saat ini (sekarang) telah resmi hijrah ke Negeri India,”kata Jerry pecinta Badminton Indonesia

Di Negeri India tempat dirinya mengabdi saat ini saja masih lumayan bagus karena telah mengantarkan anak didiknya bernama Ayush Shetty berkebangsaan India mencapai puncak prestasi tertinggi tembus laga final di ajang kompetisi Badminton Championship Asia (BAC) tahun 2026 ini.

“Selamat bertugas dan selamat mendedikasikan diri di Negeri India wahai Coach Irwansyah,” demikian disampaikan Jerry anak muda pecinta badminton lovers tanah air dari Daerah Bumi Rafflesia Provinsi Bengkulu pada media online nasional interaksimassa.com siang ini, Minggu (12/4/2026).*

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *